LOGIKA
Logika Matematika adalah sebuah alat untuk bekerja dengan pernyataan(statement) majemuk yang rumit.Dasar-dasa Tentang Logika:
A.ypothetical Syllogism ( contoh 1)
1) JikaA maka B
2) JikaB maka C
3) JikaA maka C
B.Disjunctive Syllogism (contoh2)
1) A atau B
2) Bukan B
3) A
C.Modus Ponens (contoh3)
1) Jika A maka B
2) A
3) B
D.Modus Tolens (contoh4)
1) Jika A maka B
2) Bukan A
3) Bukan B
Logika Proposisi
Logika proposisi adalah Logika proposisi adalah logika pernyataan majemuk yang disusun dari pernyataan-pernyataan sederhana yang dihubungkan dengan penghubung Boolean (Booleanconnectives).
Jenis Proposisi
-Atomic
adalah proposition yang tidak dapat dibagilagi.
-majemuk
-
Operator / Boolean Umum
a.Operator Negasi
b.Operator Konjungsi
c.Operator Disjungsi
d.Operator Exclusive-OR
e.Operator Implikasi
f.Operator Biimplikasi
a.Operator Negasi
Contoh: Jika p = Hari ini hujan
maka ¬p = Tidak benar hari ini hujan
b.Operator Konjungsi
Contoh: p = Galih naik sepeda
q = Ratna naik sepeda
p∧q = Galih dan Ratna naik sepeda
c.Operator Disjungsi
Contoh: p = Mesin mobil saya rusak
q = Karburator mobil saya rusak
p∨q = Mesin atau karburator mobil saya rusak
d.Operator Exclusive-OR
Contoh: p = Saya akan mendapat nilai A dikuliah ini
q = Saya akan drop kuliah ini
p⊕q = Saya akan mendapat nilai A atau saya akan drop kuliah ini (tapi dua-duanya!)
e.Operator Implikasi
Contoh: p = Nilai ujian akhir anda 80 atau lebih
q = Anda mendapat nilaiA
p →q = Jika nilai ujian akhir anda 80 atau lebih, maka anda mendapat nilai A
f.Operator Biimplikasi
Contoh: p = SBY menang pada pemilu 2004
q = SBY akan menjadi presiden mulai tahun 2004
p ↔q = Jika dan hanya jika SBY menang pada pemilu 2004 maka dia akan menjadi presiden mulai
tahun 2004
FUNGSI
Sebuah relasi dikatakan fungsi jika xRy, untuk setiap x anggota A memiliki tepat satu
pasangan, y,anggota himpunan B
Kita dapat menuliskan f(a) = b, jika b merupakan unsur di B yang dikaitkan oleh f untuk suatu a di A.
Ini berarti bahwa jika f(a) = b dan f(a) = c maka b = c.
Jika f adalah fungsi dari himpunan A ke himpunan B, kita dapat menuliskan dalam bentuk :
f : A → B
artinya f memetakan himpunan A ke himpunan B.
Nama lain untuk fungsi adalah pemetaan atau transformasi
DOMAIN, KODOMAIN DAN JELAJAH
1.f : A → B
2.A dinamakan daerah asal (domain) dari f dan B dinamakan daerah hasil (codomain) dari f.
3.Misalkan f(a) = b,
-maka b dinamakan bayangan (image) dari a,
-dan a dinamakan pra-bayangan (pre-image) dari b.
4.Himpunan yang berisi semua nilai pemetaan f dinamakan jelajah (range) dari f.
PENULISAN FUNGSI
Himpunan pasangan terurut.
Misalkan fungsi kuadrat pada himpunan {1, 2, 3, 4, 5, 6,
7, 8, 9,10} maka fungsi itu dapat dituliskan dalam bentuk :
f
= {(2,
4), (3, 9)}
Formula pengisian nilai (assignment)
Formula pengisian nilai (assignment)
f(x) = x2 + 10,
f(x) = 5x
Fungsi INJEKTIF
-Fungsi satu-satu
-Fungsi f: A
→ B disebut fungsi satu-satu jika
dan hanya jika untuk sembarang a1 dan
a2 dengan a1 tidak sama dengan a2 berlaku f(a1) tidak sama dengan f(a2). Dengan kata lain, bila a1 = a2 maka f(a1) sama dengan f(a2).
Fungsi SURJEKTIF
-Fungsi kepada
-Fungsi f: A → B disebut
fungsi kepada jika dan hanya jika untuk sembarang
b dalam
kodomain B
terdapat paling tidak satu a dalam domain A sehingga berlaku f(a) = b.
-Suatu kodomain fungsi
surjektif sama dengan range-nya (semua kodomain adalah peta dari domain).
FUNGSI BIJEKTIF
-Fungsi f: A → B disebut
disebut fungsi bijektif jika dan hanya jika untuk sembarang b dalam kodomain B terdapat tepat satu a dalam domain A sehingga f(a) = b, dan tidak ada anggota A yang tidak terpetakan
dalam B.
-Dengan kata
lain, fungsi bijektif adalah fungsi injektif sekaligus fungsi surjektifFungsi invers
-Fungsi invers merupakan
kebalikan dari fungsi itu sendiri
-f :
A ®
B di mana f(a) = b
-f –1: B ®
A di mana f –1(b) = a
-Catatan: f dan f –1 harus bijective
OPERASI FUNGSI
-(f + g)(x) = f(x) + g(x)
-(f . g)(x) = f(x) .
g(x)
-Komposisi:
(f o g)(x) =
f(g(x))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar